Selasa, 10 Oktober 2023

5 Elemen Wajah dalam Animasi Karakter yang Memukau



Film animasi memiliki kekuatan dalam karakter yang dapat memukau penonton. Hal ini dipengaruhi oleh ekspresi karakter yang hidup didalam wajah mereka. Menurut Tom Bancroft wajah memiliki beberapa elemen yang mempengaruhi kedalaman emonsional dalam akting.  Berikut ini adalah beberapa elemen wajah yang dapat dipelajari untuk menghasilkan karakter yang hidup: 

1. Ekspresi Mata yang Menggoda Perasaan

Mata adalah jendela jiwa, dan dalam animasi karakter, mata memiliki peran utama dalam menyampaikan emosi. Pupil yang membesar, berkedip cepat, atau gerakan mata yang tajam dapat menunjukkan kejutan, ketakutan, atau kegembiraan. Desain mata yang unik juga memberikan karakter identitas yang khas.


2. Permainan Alis yang Ekspresif

Alis dapat memberikan dimensi tambahan pada ekspresi wajah karakter. Alis yang diangkat menandakan keheranan atau kegembiraan, sementara alis yang dikejutkan dapat menunjukkan ketakutan. Keberagaman dalam bentuk dan gerakan alis memberikan karakter nuansa yang lebih dalam.


3. Dinamika Mulut dan Bibir yang Memikat

Mulut adalah alat utama untuk menyampaikan dialog, tetapi dalam animasi karakter, itu juga menjadi kunci untuk menyampaikan emosi. Bentuk bibir, gerakan mulut, dan ekspresi wajah saat berbicara semuanya berkontribusi pada pemahaman penonton terhadap perasaan karakter.




4. Gerakan Leher mempengaruhi line of action dalam pose

Leher yang statis akan membuat karakter terlihat kaku, tetapi permainan gerak yang dihasilkan khususnya menopang line of action pose pada leher tentu akan mempengaruhi keseluruhan akting karakter.




5. Detail Hidung yang Menciptakan Realisme

Meskipun terkadang diabaikan, hidung dapat memainkan peran penting dalam ekspresi wajah. Perubahan kecil dalam bentuk atau gerakan hidung dapat menambahkan nuansa realisme pada karakter animasi.


Elemen wajah ini diurutkan dari nomor 1 yang terpenting ke nomor 5. Ketika semua elemen wajah bekerja bersama-sama secara harmonis, hasilnya adalah animasi karakter yang hidup dengan wajah yang dapat merepresentasikan emosi karakter. Gerakan yang alami dan ekspresi yang sesuai dengan konteks cerita meningkatkan kualitas animasi secara keseluruhan.


Dalam menghadirkan karakter animasi yang tak terlupakan, setiap detail wajah memiliki peran yang signifikan. Dengan memperhatikan elemen wajah ini, animator tidak hanya menciptakan karakter yang visualnya menakjubkan, tetapi juga karakter yang mampu berbicara dengan bahasa emosi, merangkul penonton, dan tinggal dalam ingatan mereka untuk waktu yang lama.

Sabtu, 09 September 2023

Langkah demi Langkah: Proses Produksi di Studio Animasi



Studio animasi adalah tempat ajaib di mana ide-ide kreatif bertransformasi menjadi animasi yang memukau. Proses produksi di studio animasi melibatkan serangkaian tahapan yang kompleks, dari konsep hingga produk akhir yang siap disiarkan atau dipublikasikan. Mari kita jelajahi langkah demi langkah dalam proses produksi di studio animasi yang memberikan kehidupan pada karakter dan cerita yang menarik hati penonton.

1. Tahap Konseptualisasi

Proses produksi di studio animasi dimulai dengan tahap konseptualisasi. Ini adalah waktu ketika tim kreatif mengembangkan ide cerita, karakter, dan konsep visual. Di sinilah skrip awal diterjemahkan menjadi konsep gambaran kasar yang akan menjadi dasar bagi seluruh proyek animasi.

2. Perencanaan dan Desain Karakter

Setelah konsep cerita didefinisikan, langkah berikutnya adalah merancang karakter. Ini melibatkan pembuatan desain karakter yang mencakup penampilan fisik, kepribadian, dan ekspresi karakter. Desain karakter harus sesuai dengan cerita dan gaya visual yang diinginkan.

3. Storyboarding

Storyboard adalah bagian penting dari produksi animasi. Ini adalah rangkaian gambar yang mewakili setiap adegan dalam animasi, membantu dalam perencanaan komposisi visual dan aliran cerita. Storyboard memberikan pandangan umum tentang bagaimana animasi akan terasa dan terlihat.

4. Pembuatan Model 3D (Jika Diperlukan)

Jika animasi menggunakan model 3D, langkah ini melibatkan pembuatan model karakter dan objek dalam dunia virtual. Ini memungkinkan karakter untuk digerakkan dan dimanipulasi dalam ruang 3D.

5. Animasi

Inilah saatnya karakter dan objek mulai bergerak! Tim animator bekerja dengan seksama untuk memberikan kehidupan pada karakter dengan mengatur gerakan dan ekspresi mereka. Proses animasi dapat memakan waktu yang cukup lama, tergantung pada tingkat kompleksitas dan durasi proyek.

6. Penyuntingan dan Post-Produksi

Setelah animasi selesai, tahap penyuntingan dan post-produksi dimulai. Ini melibatkan penggabungan elemen visual dan suara, penyempurnaan detail animasi, serta pengeditan keseluruhan proyek untuk memastikan kualitas yang diinginkan.

7. Pengeditan Suara dan Efek Suara

Suara adalah elemen penting dalam animasi. Proses produksi melibatkan perekaman dialog, penciptaan efek suara, dan penyuntingan suara untuk mencocokkannya dengan adegan.

8. Penciptaan Musik (Jika Diperlukan)

Musik dan skor musikal dapat meningkatkan emosi dalam animasi. Penciptaan musik sesuai dengan mood dan nuansa cerita menjadi tahap kreatif tersendiri.

9. Rendernya (Jika Diperlukan)

Jika animasi 3D digunakan, maka proses rendering akan mengubah model 3D menjadi gambar 2D dengan efek visual yang diperlukan.

10. Evaluasi dan Koreksi Terakhir

Setelah semua elemen disatukan, tim produksi akan mengevaluasi proyek dan melakukan koreksi terakhir untuk memastikan semuanya sesuai dengan visi awal.

11. Produk Akhir dan Distribusi

Setelah proses produksi selesai, hasil akhir dapat disiarkan, dipublikasikan, atau digunakan sesuai dengan keperluan. Animasi siap untuk dinikmati oleh penonton.

Penutup

Proses produksi di studio animasi adalah upaya kolaboratif yang memerlukan bakat dan dedikasi. Dari konseptualisasi hingga produk akhir, setiap langkah adalah bagian penting dari proses kreatif yang menghasilkan animasi yang memukau. Semakin kita memahami langkah-langkah ini, semakin kita dapat menghargai kerja keras yang diperlukan untuk menciptakan animasi yang menginspirasi kita semua.

Minggu, 06 Agustus 2023

Kenapa Butuh 3D Animasi dalam Product Marketing?

Watch 3d Product reveal on Behance

Penggunaan teknologi 3D animasi dalam dunia pemasaran produk telah menjadi tren yang semakin populer. Seiring dengan perkembangan teknologi, 3D animasi mampu memberikan pengalaman visual yang menarik dan realistis bagi calon pelanggan. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa penggunaan 3D animasi sangat penting dalam upaya product marketing.

  1. Visualisasi Produk yang Lebih Menarik Salah satu keuntungan terbesar dari menggunakan 3D animasi dalam product marketing adalah kemampuannya untuk memvisualisasikan produk secara lebih menarik. Dengan menggunakan teknologi ini, produk dapat ditampilkan dalam berbagai sudut pandang dan detail yang tidak mungkin didapatkan melalui gambar 2D biasa. Calon pelanggan akan lebih mudah memahami fitur dan fungsi produk, serta memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang tampilan dan kualitasnya.

     3D Product Design, Product Model & Product Visualization service Studio

  2. Efektivitas dalam Menerangkan Produk yang Rumit Beberapa produk memiliki mekanisme atau fitur yang kompleks dan sulit dipahami hanya dengan penjelasan tertulis atau gambar 2D. Dalam situasi seperti ini, 3D animasi dapat menjadi solusi yang efektif. Animasi 3D dapat menggambarkan secara visual bagaimana produk bekerja dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan. Hal ini akan membantu calon pelanggan untuk lebih mengerti dan menghargai nilai dari produk tersebut.

    24 Best 3d product animation Services To Buy Online | Fiverr

  3. Memperkuat Brand Awareness Penggunaan 3D animasi dalam product marketing dapat membantu memperkuat brand awareness. Animasi yang menarik dan kreatif akan meningkatkan daya tarik produk dan membuatnya lebih mudah dikenali oleh konsumen. Selain itu, konten 3D animasi juga lebih cenderung menjadi viral dan dibagikan oleh orang-orang di media sosial, yang pada gilirannya akan meningkatkan visibilitas merek secara keseluruhan.

     Using 3D Product Animation | Blog - The Animation Guys

     

  4. Menghadirkan Pengalaman yang Interaktif Pengalaman interaktif adalah hal yang dicari oleh banyak konsumen modern. Dengan 3D animasi, pelanggan dapat berinteraksi dengan produk secara virtual, menggerakkan, memutar, dan memanipulasinya sesuai keinginan mereka. Ini memberikan pengalaman yang mendekati pengalaman nyata dalam menggunakan produk, yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada calon pembeli sebelum mereka benar-benar membeli produk tersebut.

     Digital Image And Movie 3D 360 Interactive Product Visualization

     

  5. Meningkatkan Daya Ingat dan Pengertian Produk Studi menunjukkan bahwa manusia cenderung lebih mudah mengingat visual daripada teks atau gambar statis. Dengan menggunakan animasi 3D, informasi tentang produk akan disajikan dengan cara yang lebih dinamis dan menarik, sehingga meningkatkan daya ingat dan pemahaman calon pelanggan tentang produk tersebut. Hal ini akan membantu dalam membangun hubungan yang lebih kuat antara merek dan konsumen.

    Excess use of electronic gadgets can cause short-sightedness in young people;  Study - GCC Business News

  6. Mengurangi Biaya Produksi dan Pemasaran Meskipun animasi 3D mungkin memerlukan biaya awal yang cukup besar, namun pada jangka panjang, ini dapat mengurangi biaya produksi dan pemasaran. Penggunaan animasi dapat menggantikan kebutuhan akan pemotretan produk fisik yang mahal, memungkinkan perusahaan untuk lebih menghemat waktu dan anggaran pemasaran.

     Security Industry Moving Towards Cost-Effective Safety Solutions | Security  News

     

Dalam kesimpulannya, penggunaan 3D animasi dalam product marketing menawarkan berbagai manfaat yang tidak dapat diabaikan. Dengan kemampuannya untuk memvisualisasikan produk secara lebih menarik, menerangkan produk yang rumit, memperkuat brand awareness, menghadirkan pengalaman yang interaktif, meningkatkan daya ingat dan pemahaman produk, serta mengurangi biaya produksi dan pemasaran, 3D animasi menjadi alat yang efektif dalam mencapai kesuksesan dalam pemasaran produk. Para pelaku bisnis yang mengadopsi teknologi ini akan lebih berpeluang untuk menarik minat konsumen dan memenangkan persaingan pasar yang semakin ketat.

 

Jumat, 24 September 2021

Perhitungan Harga 3D Visualization - Tergantung Apa?

 

Tingkat kesulitan proses produksi dalam setiap pembuatan proyek 3D visualization tentu akan berbeda. Hal ini akan menjadi pertimbangan dalam memberikan harga yang sesuai dengan kerumitan kerja 3D. Berikut ini adalah faktor yang dapat mempengaruhi perhitungan harga dalam 3D visualization: 

 

Kuantitas Asset 3D 

Element visual yang terdapat didalam gambar atau video akan mempengaruhi harga dari 3D rendering. Cakupan dari jumlah element tersebut antara lain ; material, 3D model, plant, human, vehicle, animation. 


 

Tipe Rendering

Beberapa tipe dari rendering antara lain; interior/exterior/aerial/VR 360. Secara umum akan tipe render untuk bagian interior akan lebih sederhana dikerjakan, dibandingkan dengan tipe render pada aerial ato exterior rendering. Hal ini tentu mempengaruhi harga yang diberikan dalam pengerjaan proyek.


 

Tipe Proyek dan Skala

Berbagai kesulitan tipe dari gedung dan keperluan environment juga akan mempengaruhi pertimbangan harga. Beberapa contoh rumah, perumahan, hote, kantor, universitas, etc. 



Deadline

Batas waktu dalam mengerjakan keseluruhan proyek juga akan mempengaruhi perhitungan harga. Jika waktu pengerjaan sangat dekat dari waktu brief, maka diperlukan tenaga kerja yang banyak dalam mengerjakan proyek tersebut. Hal ini tentu akan mempengaruhi biaya produksi dalam waktu yang ditentukan. 


Sekian artikel tentang perhitungan harga 3D Visualization, Ohel Studio akan memberikan penawaran terbaik terhadap proyek Archviz promosi dan persentasi. Silahkan berdiskusi dengan kami untuk kebutuhan 3D Visualization property anda.


Jumat, 17 September 2021

3D Visualizers Project


Three Dimensional visualisasi digunakan oleh arsitek sebagai media untuk menjelaskan konsep arsitektur sejak munculnya kemampuan komputer dalam menggambarkan ruang dimensional secara digital. Melalui visualisasi secara tiga dimensi ini jauh lebih baik dibandingkan teknik dokumentasi yang dilakukan secara konvensional. 

Tujuan dari 3D visualisasi adalah memberikan gambaran terhadap bangunan yang direncanakan, berdasarkan struktur gambar kerja arsitek. Sehingga menghasilkan tampilan visual yang menjawab struktur , hasil akhir exterior dan interior pada bangunan. Berikut ini adalah cakupan project dari visualisasi 3D: 


Interior Project

Interior 3D visual adalah tampilan yang berkaitan dengan apa pun dapat ditemukan dalam ruang, dinding, jendela, pintu, sentuhan akhir, tekstur, cahaya, perabotan dan furnitur. Semua ini elemen yang digunakan oleh 3D visualizers untuk mengembangkan ruang yang paling fungsional bagi pengguna gedung nantinya.

 


Exterior Project

Eksterior visualisasi adalah tampilan  yang berkaitan dengan apa yang terdapat diluar bangunan, lingkungan sekitar dimana bangunan itu berada. Menampilkan bentuk fisik dari rancangan bangunan itu secara utuh dengan dinding, jendela, pintu, pelapis dinding, lampu, tanaman dan seterusnya.



Exterior - Interior Project

Jenis project ini didasarkan pada pencahayaan yang dikenal sebagai semi outdoor. Pengertian semi outdoor adalah perpaduan ruang interior dan exterior yang memiliki gabungan antara cahaya alami serta dalam ruangan.


 

Sekian penjelasan terkait berbagai macam project 3D visualisasi yang dapat lebih mudah untuk menyampaikan rancangan bagunan, kepada individu ataupun target market. Ohel Studio sudah lebih dari 5 tahun berpengalaman membantu klien baik nasional maupun internasional, dalam mewujudkan 3D visual bangunan mereka.

Senin, 02 Agustus 2021

Virtual Reality dan Manfaatnya

Virtual Reality (VR) adalah teknologi yang mampu membuat ruang imajiner didalam dunia virtual. Simulasi dari ruang imajiner ini mirip seperti dunia nyata, untuk menggambarkan kondisi dan suasana didalam dunia virtual. VR dapat juga mensimulasikan sebuah dunia yang fantasi tidak sama dengan dunia nyata sehingga memberikan pengalaman baru kepada penggunanya. Hal ini akan membuat pengguna tenggelam kedalam dunia ruang imajiner 3D.  Faktor yang mempengaruhi perasaan tersebut adalah indera manusia yang berinteraksi dengan dunia virtual, seperti penglihatan, pendengaran, sentuhan, bahkan mungkin penciuman. Hari ini Teknologi Virtual Reality Head Mounted Display (HMD), dapat dialami oleh setiap individu melalui smartphone. Jadi teknologi VR menjadi sesuatu yang umum saat ini. Berikut ini adalah manfaat Virtual Reality:

VISUALISASI

VR dapat membantu simulasi visualisasi data, secara visual, text, cuaca dan sebagainya. Hal yang paling populer saat ini untuk memvisualisasikan ruang imajiner dalam bidang arsitektural. 


HIBURAN

Industri Game dan film sekarang juga mulai menerapkan teknologi ini, sehingga konsumen bisa mengalami secara langsung situasi dalam game ataupun film yang ditampilkan. 

 PELATIHAN

VR juga sering diaplikasikan kedalam beberapa program pelatihan, khususnya pelatihan yang berbahaya seperti latihan terbang pesawat oleh pilot. Hal ini bertujuan menghindari resiko kecelakaan dalam proses latihan. Untuk proses menyetir kendaraan dan medis juga teknologi ini sering digunakan.

Tentu masih banyak lagi kemampuan dan manfaat dari teknologi ini, tergantung kita mau mengoptimisasinya bagaimana. Berikut ini adalah hasil VR ruang imajiner yang dibuat oleh Ohel Studio dan di aplikasikan kedalam platform sosial media Youtube.

Senin, 12 Juli 2021

CGI Animasi Membantu Meningkatkan Promosi Real Estate Digital Marketing

 

Mempromosikan properti hari ini menjadi satu hal yang sangat sulit bagi setiap manager marketing real estate. Hal ini disebabkan persaikan yang semakin tinggi, alat pemasaran digital yang terus berkembang dengan cepat. Karena itu setiap marketing dalam real estate perlu menyesuaikan platform dan metode dalam mengiklankan produknya, sehingga pembeli dapat tertarik secara visual. Salah satu cara pengiklanan digital 3D dapat dilakukan dengan CGI Animasi.

Perjalanan 3D Memberikan Informasi Lengkap 

CGI animasi jauh lebih informatif bagi calon pembeli dibandingkan dengan gambar yang diam, panduan 3D hampir sama efektifnya dengan tur rumah secara langsung. Saat menonton video 3D, seseorang dapat merasakan detail dan atmosfer dalam produk real estate yang ditawarkan. Dalam hal desain, tampilan, dan suasananya sesuai dengan pandangan pembeli.

 

 

Animasi CGI Memberikan Persentasi Properti Dengan Sempurna

Animasi 3D dapat menggambarkan transisi antara waktu dan musim yang berbeda untuk menampilkan kesan yang baik secara visual. Bahkan dapat memberikan visualisasi untuk siang hari ataupun malam hari, dengan menambahkan music sehingga dapat mempengaruhi perasaan emosional dari pembeli. 


Animasi CGI Memberikan Daya Tarik Tinggi Pada Social Media

Animasi CGI yang baik akan langsung menarik minat penonton dan memotivasi mereka untuk datang mengunjungi kanal web anda, atau kontak yang dilampirkan dalam media promosi. Cara terbaik melampirkan email dan nomor kontak agar penonton dapat menghubungi marketing dari real estate anda.

Jika anda tertarik untuk membuat animasi 3D arsitektur properti dan diskusi silahkan hubungi kami Ohel Studio

Kamis, 06 Mei 2021

Pentingnya Antisipasi dalam Animasi

 

Antisipasi adalah salah satu dari 12 Prinsip Animasi, dan itu adalah salah satu prinsip utama yang harus dikuasai oleh setiap animator.Setiap gerakan cenderung memiliki tiga komponen antara lain: antisipasi, gerakan utama, dan reaksi. Jika Anda membuat antisipasi jelas, maka sisanya akan mengikuti dengan mudah. 


Pertimbangkan gambar antisipasi Donal Duck di bagian atas, diambil dari instruksi manual buku Disney klasik  "The Illusion of Life" - masih menjadi buku yang harus dimiliki oleh setiap animator. Sangat jelas apa yang akan dilakukan Donald - meskipun dia belum melakukannya. Trik dengan pose antisipasi yang baik adalah dibuat dengan sangat jelas sehingga penonton tahu apa yang akan dilakukan oleh karakter tersebut, sebelum dia benar-benar melakukan gerakan utama. 


 

Staging dari pose diatas  sudah sangat jelas, sehingga kita mengetahui dengan pasti apa yang akan dilakukan karakter selanjutnya.

DISNEY STUDIO

Seperti semua 12 Prinsip Animasi, Antisipasi ditemukan sejak awal pada saat Disney studio berada di Los Angeles. Walt Disney terus menerus mendorong setiap animator untuk meningkatkan kualitas pekerjaan mereka, dan memberikan anjuran agar setiap gerakan itu memiliki antisipasi yang jelas. sehingga penonton dapat mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya dalam gerakan karakter.

Berikut ini adalah dua contoh yang diambil dari buku Animator's Survival Kit yang dibuat oleh Richard Williams. Pertama menunjukkan seorang pria hendak menancapkan paku ke dinding. Kemudian ada tiga pose utama yang digambarkan dengan jelas, sampai menghasilkan penjelasan kepada penonton apa yang akan terjadi selanjutnya.  


Dalam contoh yang kedua, pemain bisbol melakukan antisipasi dalam melempar bola. Dapat digambarkan dengan jelas antisipasi nya menggambarkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Gambar atau pose antisipasi yang baik membantu penonton agar dapat memahami pengambilan gambar adegan dalam film animasi.



Semoga artikel ini membantu teman-teman animator, untuk dapat membuat antisipasi dalam gerakan animasi secara jelas. Kunci utamanya juga perlu banyak melihat referensi gerakan dalam dunia nyata ,sehingga dapat memahami pola gerakan antisipasi yang akan diterapkan pada karakter.

Kamis, 22 April 2021

Bagaimana Menghasilkan Karakter Animasi CGI terlihat Hidup


INTRODUCTION

Salah satu pemahaman yang perlu dimiliki oleh setiap animator 3D adalah bagaimana membuat karakter mereka tidak berhenti bergerak dalam setiap pengambilan gambar. 

Hal ini bertujuan membuat karakter terlihat hidup, seolah memiliki kesadaran, bernafas, dan tidak terlihat mati di dalam animasi CGI (Computer Generated Imaginary). Berbeda dengan animasi 2D / Classic Animation, dimana gambar yang secara visual mungkin sudah menarik jika tidak ada gerakan kecil sekalipun. Contohnya seperti animasi jepang - anime.  

Teknik sederhana untuk membuat karakter terlihat hidup, adalah dengan membuat karakter dengan alami terus bergerak. Dengan memberikan gerakan-gerakan kecil dalam posenya. Setiap animator yang berpengalaman sering melakukan simulasi gerakan percepatan atau perlambatan menggunakan kurva animasi dalam software. Permainan kurva ini dilakukan pada awal atau akhir pengambilan gambar. 

ANIMATION GRAPH EDITOR

Berikut ini adalah contoh beberapa pengaturan dalam kurva animasi: 


MASALAH ANIMASI CGI
Salah satu permasalahan yang muncul dalam animasi CGI, adalah setiap karakter seperti boneka digital secara intrinsik. Karena itu terlihat cenderung mati dan kaku. Animator harus mengusahakan boneka digital ini harus terus bergerak, meskipun mereka sedang tidak melakukan aktivitas yang kompleks. Dengan tujuan membuat ilusi bahwa karakter itu hidup dan bernafas. 

SET KEYFRAMES DI AWAL DAN AKHIR
Salah satu metode untuk menyelesaikan permasalahan ini, dengan cara membuat keyframe di awal dan akhir. Kemudian memilih kontrol point keyframe dalam editor kurva animasi. Selanjutnya memberikan ease-in atau ease-out dalam gerakan. 

BUAT KARAKTER TETAP TERLIHAT HIDUP

Alasan utama dalam melakukan serangkaian setting diatas, adalah membuat karakter dapat dirasakan hidup oleh penonton. Karakter yang terlihat hidup, pasti memiliki gerakan walau hanya sedikit, seperti bernafas atau menjadi ilusi dari makhluk yang hidup. Karena itu karakter CGI, tidak akan berhenti. Ketika karakter berhenti bergerak, maka akan terlihat mati. 

BERBEDA DENGAN ANIMASI 2D

Dalam animasi 2D aturan ini tidak sepenuhnya berlaku; kita dapat menahan pose dari gambar 2D animasi. Dengan memberikan pose yang baik , dan menambahkan blink pada mata atau membuat gerakan mata sehingga terlihat hidup sudahlah cukup. Tetapi dalam 3D animasi ilusi kehidupan perlu diwujudkan melalui karakter yang terus bergerak. 

Sabtu, 23 Januari 2021

Sederhanakan Pose dalam Animasi


Salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan oleh junior animator dalam membuat animasi, adalah membuat banyak pose dalam satu adegan, sehingga membuat keseluruhan gerakan menjadi terlalu rumit. 

Animator veteran Disney, Art Babbitt, pernah berkata bahwa animator junior membuat terlalu banyak pose dalam adegan, sedangkan animator senior terlalu sederhana.  Triknya adalah mendapatkan jumlah pose yang tepat sesuai dengan adegan, dan biarkan karakter bertahan beberapa saat dalam pose yang telah dibuat. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menggambar thumbnail yang jelas di awal, dengan pose yang jelas, dan tidak memiliki terlalu banyak pose dalam adegan.



Mulailah dengan Membuat Thumbnail Gerakan

Sebelum Anda mulai membuat animasi shoot animasi, pastikan Anda merencanakannya dengan sketsa thumbnail yang jelas. Tujuannya menggambarkan adegan dalam shoot tersebut. 

Di bawah adalah contoh beberapa sketsa thumbnail di buat pada film animasi Sony Pictures Open Season, pada tahun 2004. Ada satu sketsa untuk setiap "frasa" di baris dialog. Cukup untuk menceritakan kisahnya, tetapi tidak terlalu banyak pose sehingga shoot animasi menjadi jelas. 



Tetaplah dalam Pose Terbaik

Animator seringkali membuat satu pose , kemudian cepat berpindah kepada pose lain. Namun bahaya ketika mengerjakan seperti dengan tampilan pose yang banyak, akan membuat penonton menjadi bingung. Solusinya adalah dengan melakukan pose yang baik dan kuat, dan kemudian tetap di sana, menjaga karakter tetap hidup dalam pose tersebut. Cara ini disebut oleh 2D Animator klasik sebagai "Moving Hold". Ini juga merupakan dasar dari animasi TV, di mana animator cenderung tetap berpose selama mungkin karena banyaknya volume pekerjaan (seringkali lebih dari 30 detik seminggu) yang harus mereka kerjakan. 


The Moving Hold

Metode Moving Hold adalah sesuatu yang sangat tricky untuk dilakukan dengan benar. Jika karakter Anda terlalu banyak bergerak, maka akan terlihat seperti melayang, tetapi jika karakter berhenti bergerak sama sekali, animasinya akan mati, dan karakter tersebut terasa tidak bernyawa. Bekerja dengan boneka CG kita harus menciptakan ilusi kehidupan, dan ini berarti menjaga karakter kita tetap bergerak, setidaknya sedikit.



Overshoot and Settle

Salah satu cara klasik untuk membuat pose - dan tetap - adalah dengan overshoot dan settle. Cara melakukannya, dengan cara membuat pose yang lebih ekstrim daripada yang Anda inginkan, lalu selesaikan ke pose akhir.

Setelah Anda berada di pose akhir, jangan biarkan karakter berhenti bergerak sepenuhnya. Paling tidak, pertahankan agar gerakan utama tetap bergerak sedikit - ingatlah bahwa semua gerakan kita berasal dari inti tubuh kita (Pelvis).

Kita perlu terus-menerus menyesuaikan posisi karakter, berat karakter, keseimbangan karakter. Dan memberikan kesan bernafas kepada karakter. Karena kita juga melakukan semua itu tanpa menyadarinya. 



Kamis, 26 November 2020

Mengapa Animator harus Menghindari Profile View


Salah satu kesalahan paling umum yang dibuat oleh animator junior saat mereka mulai membuat animasi adalah membuat karakter dengan tampilan profile view. 

Ketika dua karakter berbicara satu dengan yang lain, tampaknya logis bahwa staging / panggung mereka dalam profile view berfungsi dengan baik, tetapi faktanya komposisi shoot demikian tidaklah berfungsi dengan baik bagi penonton. 

Profile view sendiri artinya adalah garis line of action dalam kamera yang lurus tegas antara satu karakter dan karakter lainnya, ataupun objek interaksi. Terlebih lagi kamera yang dibuat berbanding lurus dengan line of action, hal ini membuat emosi dari percakapan karakter menjadi membosankan. 


*) Hindari Profile View


Masalah dengan profile view adalah, meski secara teknis benar, profile view memberikan kesan datar dan tidak bernyawa. Dalam animasi, hal yang utama adalah kita menghidupkan boneka didalam CGI, wajah karakter tersebut harus mengekspresikan kehidupan dan energi sebanyak mungkin. Kita perlu melihat mata mereka - dan terhubung dengan emosi mereka.


*) Three Quarter View

Solusi yang jauh lebih baik adalah dengan sedikit mengarahkan kepala karakter ke arah penonton, sehingga kita dapat melihat wajah dan ekspresi mereka. Alasannya adalah Anda ingin penonton terhubung dengan karakter Anda - dan ini berarti melihat wajah mereka (dan karena itu pikiran dan perasaan mereka) sejelas mungkin.

Seperti yang dikatakan oleh Nancy Beiman dalam buku storyboarding textbook "Prepare to Board", memposisikan karakter dalam hree-quarter view "menambah ilusi kedalaman dan dimensi pada karakter".


*) Three Quarter View and Profile View Compared


Lihatlah gambar di atas, seorang gadis kecil memegang cacing. 3D Artist / Animator awalnya mengatur staging shot sebagai profile view , seperti yang Anda lihat pada sisi kanan gambar. Tetapi tampilanthe three-quarter view di sebelah kiri bekerja jauh lebih baik, karena sekarang kita dapat melihat ekspresi gadis itu, dan melihat apa yang dia pikirkan dan rasakan. Secara teknis, kepalanya tidak perlu menoleh ke arah kita. Tetapi dari sudut pandang pembuatan komposisi yang ada pada stage jauh lebih baik dan menarik.